Diamond Wheel Tips Penggunaan

Diamond Wheel

Diamond wheel adalah jenis batu gerinda yang bagian keliling luarnya terbuat dari berlian industri. Sama seperti jenis batu gerinda lainnya, jenis batu yang satu ini juga bersifat abrasif sesuai dengan fungsinya yang bisa digunakan untuk menggerinda material yang sangat keras, seperti beton atau batu permata.

Artikel berikut akan membahas lebih lanjut tentang tentang batu gerinda, terutama jenis diamond wheel.

Diamond Wheel Pengertian Lengkap

Menggerinda adalah sebuah metode yang digunakan untuk memotong dengan memanfaatkan putaran berkecepatan tinggi dari batu gerinda yang memiliki permukaan abrasive.

Dengan fungsi khususnya yang khas, batu gerinda sudah menjadi salah satu peralatan yang sangat dibutuhkan di berbagai cabang industri sekarang ini. Seiring perkembangannya, sekarang juga sudah muncul banyak merk dan klasifikasi yang beragam dari batu gerinda atau grinding wheel ini.

Anda tidak sendirian jika merasa kebingungan memilih tipe batu tertentu yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk bisa memilih batu gerinda yang sesuai, Anda harus memiliki setidaknya informasi dasar mengenai karakteristik dan kelebihan dari tiap jenisnya.

Di bawah ini akan dibahas lebih mendalam mengenai salah satu jenis batu gerinda yang cukup populer untuk digunakan, yaitu diamond grinding wheel atau diamond wheel.

Jenis ini adalah berupa variasi atau inovasi dari batu gerinda standard, dengan tambahan berupa sifat unik dari berlian. Beberapa fitur khas dari berlian, seperti daya tahan dan kekerasan materialnya, membuat diamond grinding wheel ini menjadi alat potong yang unik dan sangat berguna.

Diamond Wheel

Struktur Diamond Wheel

Struktur dari diamond wheel tidak sama seperti batu gerinda biasa lainnya. Secara umum, komposisi diamond grinding wheel terdiri dari lapisan berlian abrasif, lapisan transisi, dan matriks.

Lapisan berlian atau lapisan kerjanya terdiri dari bahan abrasif, bond, dan filler. Lapisan transisinya bisa disebut juga sebagai lapisan non-berlian, dan terdiri dari binder, serbuk logam, dan filler.

Ini adalah lapisan yang menghubungkan lapisan berlian dengan substrasi. Substrasi ini sangat penting untuk menentukan kualitas dan akurasi dari penggunaan batu gerinda.

Untuk material berliannya, biasanya ada 2 jenis yang digunakan dalam produksi diamond wheel, yaitu yang alami dan keluaran pabrikan. Berlian alami adalah bentuk kristalisasi dari karbon dan harganya sangat mahal. Jenis berlian ini bisa digunakan untuk menggerinda material yang sangat keras, seperti karbit, marmer, granit, dan batu.

Kelebihan Menggunakan Diamond Grinding Wheel

Pertama-tama, mari kita mulai dari membahas tentang kelebihan dalam penggunaan diamond grinding wheel.

Bisa Digunakan Secara Berulang

Walaupun terbuat dari material berlian sekalipun, setelah penggunaan secara berulang-ulang beberapa kali, batu gerinda ini tetap bisa menjadi tumpul dan aus. Lama kelamaan, lapisan berlian pada tepian batu dan kemampuan memotongnya juga bisa berkurang.

Meskipun begitu, hal ini tidak berarti Anda tidak bisa menggunakan diamond wheel ini secara berulang lebih dari satu kali. Biasanya ada peralatan dari pabrikan yang bisa mengganti komponen alat produksi mereka menjadi seperti baru lagi. Harganya mungkin mahal, tapi anggap saja Anda membayar biaya penggunaannya yang bisa berkali-kali.

Materialnya Keras

Berlian adalah material unik yang keras dan sangat kuat. Walaupun terlihat rapuh, berlian adalah salah satu material yang paling keras. Karakteristik khasnya ini membuatnya bisa tahan walaupun dihadapkan dengan berbagai perlakuan yang kasar pada material yang keras sekalipun, seperti karbit, kaca, dan keramik.

Ditambah lagi, berlian memiliki sudut potongan yang baik, sehingga bisa menciptakan struktur alat dengan keakuratan tinggi seperti diamond wheel ini. Diamond grinding wheel ini cocok termasuk alat yang cukup rapuh, sehingga harus diperhatikan baik-baik dalam hal penggunaan dan perawatannya.

Sekarang sudah muncul banyak tipe dan kelas dari berlian yang digunakan untuk memotong, dan masing-masingnya memiliki kelebihan unik yang cocok untuk aplikasi dan kebutuhan tertentu.

Awet dan Tahan Lama

Dua faktor utama yang membuat diamond grinder ini unik adalah daya tahan dan kekuatannya. Walaupun harganya lebih mahal dibandingkan gerinda biasa, tapi masa pakainya lebih panjang, sehingga terhitung masih cukup hemat.

Berlian dengan kualitas rendah bisa tahan hingga sekitar 12 jam digunakan memotong tanpa berhenti, sementara berlian dengan kualitas yang lebih tinggi ada yang bisa tahan hingga 120 jam. Jika disimpan dalam penyimpanan yang ideal, diamond wheel bisa bertahan tanpa mengalami degradasi hingga lebih dari 2 tahun.

Bonding agent adalah kunci dari ketahanan alat ini. Dengan mengatur kekerasan bond untuk menyesuaikan dengan material yang akan dikerjakan, maka berlian akan bisa bertahan lebih lama.

Selain itu, dalam penggunaannya bagian abrasif berlian bisa saja terkelupas. Tapi, ini justru bagus karena bisa mencegah timbulnya lapisan yang bisa menimbulkan kerusakan yang cukup parah pada diamond wheel.

Performa diamond wheel yang baik juga memastikan daya gerinda yang digunakan tidak terlalu banyak, sehingga lebih hemat energi.

Kualitas Hasil Akhir

Hasil akhir yang presisi dan berkualitas tinggi hanya bisa muncul dari kombinasi berbagai parameter yang mempengaruhi proses pengerjaannya. Diamond grinding wheel adalah salah satu alat pemotong yang paling populer karena memiliki kemampuan tinggi dalam memotong berbagai bentuk sesuai kebutuhan, bahkan banyak designer perhiasan yang menggunakannya karena alasan ini.

Sifat abrasif dari berlian memberikannya sudut presisi ekstra yang membuat batu jadi bisa menghasilkan potongan yang lebih akurat dan tetap rapi. Konduktivitas termal dari berlian juga sangat baik, sehingga bisa menghindari munculnya bekas terbakar atau retakan pada material kerja.

Semua kelebihan di atas membuat diamond wheel secara keseluruhan menjadi jenis batu gerinda yang memiliki akurasi dan efisiensi tinggi, tapi tetap dengan biaya penggunaan yang rendah karena awet dan tidak perlu sering-sering diganti.

Pembagian Jenis-jenis Diamond Grinding Wheel

Diamond Grinding mempunyai berbagai jenis yang perlu anda ketahui , yuk simak penjelasan masing-masing sesuai dengan tipe dibawah ini :

  • Berdasarkan Tipe Bond

Berdasarkan variasi tipe bond-nya, diamond wheel bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu bond berbahan logam, resin, dan keramik:

  • Logam: Batu gerinda jenis ini memiliki karakteristik unik dari kekuatannya yang besar dan daya tahannya yang kuat. Tetapi, salah satu kekurangannya adalah agak sulit untuk melakukan dressing pada jenis dengan bond berbahan logam ini. Jenis logam yang biasanya banyak digunakan adalah perunggu, tembaga, nikel, besi, tungsten, karbit, cobalt, dan sebagainya.
  • Resin: Bond berbahan resin terkenal karena pengoperasiannya yang mudah tapi tetap efektif dalam penggunaannya. Selain itu, bahan resin juga memberikan efek panas yang minimum pada material kerja, sehingga cocok digunakan pada material logam dan non-logam. Bond resin ini adalah yang paling populer untuk digunakan.
  • Keramik: Batu gerinda dengan bond berbahan keramik memiliki daya tahan dan konduktivitas panas yang tinggi. Selain itu, bond keramik juga memastikan batu gerinda memiliki efisiensi yang lebih tinggi dan waktu pakai yang lebih lama dibandingkan batu gerinda yang masih tradisional.
  • Berdasarkan Bentuk

Diamond wheel juga memiliki pembagian jenis berdasarkan tampilan atau bentuk dari batu gerindanya:

  • Paralel: Jenis ini populer karena bisa membuat bahan logam tidak terkumpul pada batu gerinda ketika sedang digunakan.
  • Edge: Jenis batu gerinda ini populer untuk memotong guratan atau celah dan fitting baja.
  • Silindris atau Lingkaran: Batu gerinda ini populer karena tingkat presisinya yang tinggi saat digunakan menggerinda, karena itulah jenis silindris ini banyak digunakan di industri otomotif.
  • Cup: Batu gerinda cup ini paling populer digunakan untuk memoles batu dan beton. Jika digunakan oleh orang yang sudah profesional, bentuk cup ini juga cocok digunakan untuk menghilangkan cat.
  • Berdasarkan Metode Penggunaan

Seiring dengan perkembangannya, sekarang sudah muncul berbagai jenis diamond wheel yang sengaja dibuat khusus untuk kebutuhan tertentu, berikut adalah beberapa contoh penggunaannya:

  • Untuk menggerinda berlian
  • Untuk menggerinda karbid bersemen
  • Untuk menggerinda PDC
  • Untuk menggerinda tanpa kabel
  • Untuk memotong produk keramik
Diamond Wheel

Cara Mengidentifikasi Diamond Grinding Wheel

Diamond wheel bisa diklasifikasikan berdasarkan bentuk, ukuran grit, konsentrasi, dan jenis bond. Contoh spesifikasi diamond grinding wheel yang normal adalah D1A1-150R100-B4. D1A1 adalah bentuk batu gerinda, 150 adalah ukuran grit, 100 adalah konsentrasi, dan B4 adalah jenis bond dari pabrikan tersebut, yang paling umum digunakan adalah bond berbahan resin.

Ukuran grit 120-180 adalah yang paling umum digunakan. Grit dengan ukuran 220 atau lebih biasanya hanya bisa dipesan dengan pemesanan khusus dan digunakan untuk pekerjaan penting yang sangat membutuhkan hasil akhir berkualitas tinggi.

Konsentrasi dari diamond wheel yang dimaksud di sini adalah jumlah atau kadar grit dalam campuran. Kadar yang banyak digunakan biasanya adalah 75 atau lebih dari itu, tapi semuanya tergantung pada aplikasi penggunaannya.

Beberapa aplikasi mungkin bisa bekerja dengan lebih baik pada konsentrasi yang lebih rendah. Secara umum, semakin tinggi konsentrasinya maka batu gerinda akan lebih awet, walaupun harganya juga akan semakin tinggi.

Untuk jenis bond, kuat atau lemahnya tergantung pada penggunaan, tapi biasanya ada satu jenis bond utama yang mendominasi 90% dari batu gerinda. Biasanya, pabrikan menentukan jenis bond berdasarkan penggunaannya, apakah menggunakan coolant atau kering.

Ukuran ketebalan bond yang paling umum digunakan adalah 1/8 dan ¼ inci. Harga untuk tiap ketebalan bond bisa saja memiliki perbedaan yang jauh, jadi ini termasuk faktor penting yang perlu Anda perhatikan ketika membandingkan tiap brand dari diamond grinding wheel.

Tips Menggunakan Diamond Grinding Wheel Untuk Hasil Terbaik

Harga diamond wheel bisa jadi cukup mahal, jadi Anda harus memastikan untuk bisa menggunakannya dalam waktu yang lama. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk memperpanjang masa pakai dari batu gerinda dan meningkatkan efektivitas penggunaannya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi daya tahan dan efisiensi dari diamond grinding wheel adalah kecepatan batu atau kecepatan kerja, feed rate atau kedalaman potongan, penggunaan coolant, dan instalasinya ketika digunakan.

Performa dari diamond wheel ditentukan oleh kecepatan batu atau wheel speed. Untuk permukaan material yang basah, kecepatan 20-30 m/s adalah yang paling ideal.

Jika kecepatannya di bawah itu, maka efisiensi batu gerinda akan berkurang, dan jika kecepatannya melebihi itu maka masa pakai atau daya tahan batu bisa cepat berkurang.

Untuk penggunaan yang kering, kecepatan harus dijaga agar pada tingkat medium atau sedang, yaitu antara 18-23 m/s. Menggerinda dengan kecepatan di atas 23 m/s bisa merusak diamond wheel, terutama jika coolant tidak bisa digunakan.

Diamond Wheel

Jika coolant tidak merusak permukaan material kerja, maka ada baiknya digunakan ketika menggerinda kering dengan kecepatan tinggi.

Kesimpulannya adalah, kecepatan kerja harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang berlebihan, baik itu pada batu gerinda maupun pada material yang digerinda.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah feed rate atau kedalaman dari potongan yang dibuat. Diamond wheel bisa mengalami risiko terkelupas, terbakar, atau retak ketika digunakan. Jika kerusakannya sudah terlalu parah, batu gerinda tidak akan bisa digunakan dengan maksimal untuk menghasilkan potongan dengan ukuran dan hasil akhir yang diinginkan.

Salah satu contohnya adalah ketika digunakan untuk menggerinda material karbit yang keras. Proses ini bisa sangat berisiko pada mata berlian, terutama jika digunakan untuk memotong dengan kecepatan tinggi.

Solusinya adalah dengan menentukan kedalaman potongan berdasarkan ukuran grit dan spesifikasi diamond wheel. Jika proses penggerindaan tidak disesuaikan dengan rekomendasi dari pabrikan, maka ditakutkan material kerja bisa menyebabkan kerusakan yang fatal pada batu gerinda.

Anda juga bisa menggunakan jenis bond berbahan resin ketika menggerinda kering supaya panas yang dihasilkan bisa lebih sedikit. Cara ini bisa menjaga produktivitas tetap tinggi walaupun tanpa menggunakan coolant.

Lebih baik Anda berusaha menjaga kecepatan dan feed rate daripada menggunakan coolant pada saat menggerinda kering. Ini karena perubahan suhu dari panas yang dihasilkan dan efek dingin dari coolant juga bisa merusak batu gerinda jika terlalu sering dilakukan. Sementara untuk menggerinda basah, Anda bisa menggunakan coolant dengan frekuensi yang stabil.

Dari segi instalasi penggunaannya, diamond grinding wheel disarankan hanya digunakan untuk membuat potongan lurus. Membelokkan atau memaksakan batu gerinda untuk memotong lebih dalam bisa merusak materialnya. Dorongan atau tekanan yang berlebihan juga tidak sebaiknya diberikan saat penggunaan batu gerinda.

Selain itu, walaupun memiliki titik leleh yang tertinggi dibandingkan jenis material lain, berlian masih memiliki batasan termal pada beberapa aplikasi penggerindaan, seperti:

  • Tergantung pada grade dan tipenya, berlian bisa mulai mengoksidasi pada suhu di atas 315oC
  • Berlian bisa bereaksi dengan beberapa jenis logam, seperti besi, kobalt, dan nikel pada suhu di atas 371oC

Karena kondisi-kondisi seperti di atas, diamond wheel tidak disarankan untuk digunakan untuk menggerinda baja atau titanium, terutama pada suhu di atas 371oC. Ini bisa membuat berlian lebih cepat haus, dan dari segi ekonomis jadi lebih boros.

Jadi, Mengapa Harus Memilih Diamond Grinding Wheel?

Berlian adalah material yang paling keras yang bisa digunakan untuk menggerinda dan menajamkan. Dari segi biaya, menggunakan diamond wheel adalah alternatif yang paling efektif jika Anda bekerja dengan material karbit, kaca, keramik, dan logam yang tidak akan bereaksi dengan berlian.

Keuntungan terbesar dari menggunakan diamond grinding wheel adalah kekerasan materialnya dan juga konduktivitas termalnya yang tinggi.

Konduktivitas termal yang tinggi membuat kristal berlian bisa menghantarkan panas menjauh dari lapisan terluar batu yang digunakan untuk memotong. Jika dibutuhkan, diamond grinding wheel bahkan bisa menghilangkan energi termal melalui bond dan badan mesin gerinda.

Bagaimana, apakah setelah membaca artikel ini Anda merasa bahwa diamond wheel adalah jenis batu gerinda yang sesuai dengan kebutuhan Anda? Jika iya, Anda bisa mendapatkannya dan berbagai peralatan penunjang lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dan kualitas terjamin hanya di Situansan.id. Untuk konsultasi gratis anda juga dapat menghubungi tim marketing kami dengan klik link disini

situansan

all author posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.