Face Shield Manfaat Saat Pandemi

face Shield

Face shield adalah alat pelindung wajah yang mendadak populer semenjak pandemic COVID-19 berlangsung.

Alat pelindung wajah ini pada dasarnya berbahan plastik yang digunakan untuk mencegah infeksi virus atau berbagai macam hal yang dianggap bahaya agar tidak tertular dan masuk ke dalam tubuh secara langsung.

Untuk mengenal lebih jelas mengenai apa itu face shield beserta fungsi hingga kegunaannya, simak pembahasannya berikut ini.

Definisi Face Shield

Face shield termasuk bagian dari APD (Alat Pelindung Diri), yang umumnya digunakan oleh dokter terutama dokter gigi saat menjalani tugasnya memeriksa keadaan mulut pasien dari jarak dekat.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa alat pelindung wajah tersebut berbahan dasar plastik bening dan kaku, dan apabila dipakai bentuknya panjang sampai menyentuh dagu pengguna.

Semenjak pandemic COVID-19 yang bermula pada awal tahun 2020 lalu, face shield jadi banyak digunakan oleh masyarakat umum sebagai pelengkap masker untuk mencegah penyebaran virus terhadap bagian mata, wajah dan dari droplet (cipratan air liur).

Namun kegunaannya memang kurang efektif jika dipakai pada tempat ramai atau untuk tenaga medis, jadi lebih baik dipakai bersamaan dengan masker medis.

Sama halnya seperti yang dilakukan oleh dokter, perawat dan petugas laboratorium agar tidak terkontaminasi zat berbahaya.

Face Shield

Alasan Menggunakan Face Shield

Untuk mencegah infeksi virus yang mudah menyerang melalui udara, air liur dan berbagai celah lainnya, Anda harus menggunakan alat pelindung diri seperti face shield.

Ketahuilah apa saja alasan, mengapa Anda harus menggunakan alat pelindung wajah ini.

1. Mencegah Aerosol Halus Masuk

Aerosol merupakan sekumpulan partikel padat atau berupa cairan yang ukurannya sangat kecil dan berbentuk medium gas.

Partikel tersebut mengandung virus yang menyebar di udara dan memungkinkan untuk masuk ke jalur masuk virus melalui rongga mata, hidung, dan mulut.

Oleh sebab itu, penggunaan pelindung wajah ini bisa memblokir 96% droplets yang diakibatkan oleh batuk yang mengandung virus influenza. Sementara untuk partikel aerosol hanya memblokir 60%.

2. Mengurangi Sentuhan ke Wajah

Ketika memakai pelindung wajah, secara otomatis gerakan tangan untuk menyentuh wajah sangat minim, sehingga bakteri atau virus yang menempel di tangan bisa Anda hindari ketika menggunakan face shield.

Anda bisa lebih waspada terhadap virus disekitar terutama pada bagian-bagian wajah yang memudahkan virus untuk masuk ke dalam tubuh. Pasalnya, virus masuk dengan cepat sehingga Anda harus mengurangi sentuhan ke wajah.

3. Penggunaan Lebih Praktis

Jika dibandingkan dengan masker medis, penggunaan face shield lebih praktis ketika dipakai pada wajah. Anda hanya tinggal mengaitkannya seperti sedang menggunakan kacamata.

Tidak seperti masker yang sifatnya menutupi area mulut dan hidung. Dengan menggunakan alat pelindung wajah ini, maka wajah akan terlihat seutuhnya karena sifatnya yang transparan sehingga nyaman digunakan.

4. Bisa Dipakai Berulang Kali

Anda bisa lebih menghemat pengeluaran jika menggunakan alat pelindung wajah ini. Pasalnya, alat pelindung wajah tersebut bisa digunakan berulang kali.

Namun tetap harus menjaga kebersihannya, yakni dengan cara dicuci menggunakan sabun bilas atau disinfektan.

Berbeda halnya dengan masker medis, dimana kamu diwajibkan untuk mengganti selama 4 jam sekali.

5. Nyaman Digunakan oleh Beberapa Orang

Penggunaan face shield dinilai lebih nyaman bagi beberapa orang, misalnya orang berkacamata. Orang berkacamata yang menggunakan masker, lensanya akan mudah terkena uap akibat gerakan mulut yang berada di dalam masker.

Hal ini dapat menyebabkan lensa kacamata blur dan efeknya Anda tidak bisa melihat pandangan dengan jelas. Tentu hal seperti ini sangat mengganggu ketika Anda sedang beraktivitas.

Tak hanya itu saja, dibandingkan dengan menggunakan masker yang menutup area hidung dan mulut, penggunaan pelindung wajah lebih nyaman karena tidak membuat penggunanya sesak terutama ketika beraktivitas berat.

Face Shield

Tips Menggunakan Alat Pelindung Wajah yang Benar

Face shield atau alat pelindung wajah, harus digunakan dengan benar agar jalur masuk virus sepenuhnya bisa terblokir. Hal semacam ini cukup minim diketahui oleh masyarakat, padahal sebenarnya penting untuk diketahui.

Agar Anda benar-benar terlindungi dari bahayanya virus, simak beberapa tips menggunakan alat pelindung wajah berikut ini.

1. Gunakan Alat Pelindung Wajah yang Baik

Alat pelindung wajah yang digunakan oleh tenaga medis dan masyarakat umum ternyata memiliki standar tertulis pada buku yang dikeluarkan Gugus Tunas yakni “Standar Alat Pelindung Diri (APD) Untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia”.

Pada buku tersebut tertulis bagaimana standar alat pelindung wajah yang baik untuk digunakan. Alat tersebut harus bersifat jernih, anti kabut serta menutupi keseluruhan wajah terutama jalur masuk virus dengan penopang yang dapat disesuaikan.

Alat pelindung wajah biasanya bersifat anti embun agar penglihatan pengguna tidak kabur akibat hembusan angin yang dikeluarkan oleh hidung dan mulut.

2. Hindari Menyentuh Bagian Depan

Ketika menggunakan alat pelindung wajah hindarilah menyentuh bagian depannya karena bagian depan bisa saja sudah terkontaminasi dengan paparan virus.

Menyentuh bagian tersebut sama saja seperti menyentuh virus yang telah dijaga dan akhirnya menularkan ke jalur masuk virus. Lalu tangan secara tak sengaja menyentuh orang lain sehingga sama saja seperti Anda menyebarkan virus.

3. Bersihkan dengan Desinfeksi Setelah Pemakaian

Alat pelindung wajah dapat digunakan berkali-kali sehingga Anda hanya perlu membersihkan setelah pemakaian. Jika tidak ada alat pembersih desinfektan, Anda bisa menggunakan air yang dilengkapi dengan alkohol 70% hingga bersih.

Bersihkan alat pelindung wajah dengan benar agar virus dan bakteri yang menempel pudar dan bisa digunakan kembali.

Jika tidak dibersihkan, alat pelindung wajah bisa menjadi sarang virus yang malah menjadi sumber penyakit untuk Anda. Pastikan menyimpannya di tempat yang bersih dan tertutup dari lingkungan kotor.

4. Hindari Alat Pelindung Wajah yang Sudah Rusak

Walaupun alat pelindung wajah bisa digunakan berkali-kali bukan berarti yang sudah rusak bisa dipakai. Face shield yang sudah rusak biasanya sudah bolong, pecah dan pada plastik transparan terlihat buluk atau tak bening lagi.

Hal seperti itu biasanya terjadi karena alat pelindung wajah tidak dibersihkan secara rutin atau disimpan di tempat yang udaranya kotor.

Maka dari itu, sebaiknya beli lah face shield yang baru karena harganya pun cukup murah untuk digunakan berkali-kali.

5. Pastikan Menutupi Bagian Mulut dan Hidung

Dinamakan alat pelindung wajah artinya menutupi seluruh bagian wajah. Pastikan face shield yang Anda gunakan menutupi seluruh bagian wajah sampai dagu.

Pasalnya, mulut dan hidung merupakan tempat jalur masuk virus yang paling cepat menyebar. Apabila bagian tersebut tidak tertutupi sampai dagu, sebaiknya gunakan masker medis juga.

Alat Pelindung Wajah bukan Pengganti Masker

Dalam dunia medis, alat pelindung wajah bukanlah sebagai pengganti masker. Pada umumnya, face shield hanya digunakan sebagai alat pelindung tambahan dari masker medis.

Mengapa demikian? Seperti yang Anda ketahui, jika dilihat secara fisik alat pelindung wajah memiliki celah antara face shield dengan wajah, sehingga virus pun masih bisa tertular meskipun sudah menggunakannya.

Sedangkan masker medis yang menutupi hidung dan mulut tidak memberikan celah diantaranya, karena sifatnya yang menempel langsung dengan kulit wajah Anda.

Alat pelindung wajah memang banyak kelebihannya dibandingkan masker medis, namun untuk proteksi virus masuk, masker medis jauh lebih aman sehingga dapat meminimalisirkan penularan virus, terutama COVID-19 yang sedang berlangsung saat ini.

Dengan memakai kedua alat proteksi tersebut, bagian wajah Anda seperti mata, hidung dan mulut akan jauh lebih terlindungi dari droplet, virus, bakteri maupun zat berbahaya lainnya.

Face Shield

Kelebihan dan Kekurangan Alat Pelindung Wajah

Face shield yang digunakan sebagai alat pelindung wajah terutama saat COVID-19, memang menjadi pembahasan yang rumit, banyak pro dan kontra mengenai pemakaiannya. Untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangannya, berikut penjelasannya.

Kelebihan

Kelebihan dari penggunaan alat pelindung wajah diantaranya:

1. Face shield dapat menutup seluruh bagian wajah dari dahi hingga dagu sehingga cukup efektif untuk menghindari droplet.

2. Berbahan dasar plastik yang mana tidak mudah untuk ditembus oleh berbagai jenis bakteri dan virus.

3. Dapat mencegah tangan Anda menyentuh wajah secara langsung yang kadang kala Anda tidak menyadarinya.

4. Tidak mengganggu jalur pernapasan sehingga tidak membuat Anda sesak nafas terutama bagi mereka yang memiliki masalah pada pernapasan.

5. Lebih mudah dibersihkan dengan cara menggunakan alkohol dan didesinfeksi.

6. Tidak menghalangi Anda ketika berbicara dengan orang lain serta mengurangi misheard atau salah dengar yang mengakibatkan kesalahpahaman.

7. Bisa digunakan dengan alat pelindung diri lainnya bersamaan dengan masker.

8. Dijual dengan harga murah, sehingga tidak perlu membelinya setiap hari seperti masker medis.

9. Wajah terlihat secara keseluruhan dan tidak mengganggu wajah cantik dan tampan Anda.

10. Bagi wanita pengguna hijab, menggunakan face shield lebih mudah di copot dibandingkan dengan masker yang berupa tali.

Kekurangan

Kekurangan dari penggunaan alat pelindung wajah diantaranya:

  1. Alat pelindung wajah mudah berembun.
  2. Memiliki celah yang tidak menempel dengan kulit wajah sehingga virus masih bisa masuk.
  3. Harus disimpan ditempat yang bersih, jika tidak akan mudah terkontaminasi dan membuat penumpukan bakteri.
  4. Bukan alat yang diperuntukan sebagai pelindung dari pernapasan primer.

Face shield untuk mencegah virus tersebut memang lebih banyak kelebihannya. Namun tetap saja, sebagai masyarakat yang taat dan bijak terhadap anjuran pemerintah, penggunaan masker harus tetap digunakan kecuali untuk orang-orang yang disebutkan dibawah ini.

Face Shield Sangat Dibutuhkan Saat Pandemi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa face shield merupakan salah satu jenis APD yang awalnya biasa digunakan oleh tenaga medis. Namun semenjak pandemic COVID-19 merajalela, kehadirannya juga umum digunakan oleh masyarakat luas.

Alat ini dinilai sangat praktis dalam mencegah berbagai virus yang menyebar di udara atau droplet. Bahkan di beberapa negara pemakaian alat pelindung wajah ini terlihat berhasil sehingga menjadi alat favorit pelindung dari virus yang sedang mewabah.

Namun tetap saja, untuk pencegahan yang lebih ketat diperlukan peran masker medis untuk melindungi hidung dan mulut. Seperti contohnya negara Singapura yang menyarankan penggunaan alat pelindung wajah untuk beberapa kelompok yaitu:

1. Anak Kecil

Anak kecil yang berusia 12 tahun kebawah disarankan untuk menggunakan alat pelindung wajah karena umumnya mereka masih kesulitan menggunakan masker.

Ditambah lagi anak seusia tersebut lebih aktif bergerak sehingga sulit untuk menstabilkan pernapasan. Jadi, penggunaan alat pelindung wajah merupakan pilihan yang tepat untuk digunakan anak kecil.

2. Orang yang Memiliki Masalah Pernapasan

Jika Anda memiliki masalah pada pernapasan sebaiknya gunakan alat pelindung wajah karena penggunaan masker dapat menghambat saluran pernapasan sehingga akan mudah sesak nafas.

Memang akan berbahaya jika Anda berada di dalam ruangan yang penuh dan ramai, namun sebagai orang yang mengerti dengan kondisi, sebaiknya Anda menghindari tempat-tempat seperti itu.

Walaupun bisa menggunakan masker medis dengan membuka tutup secara berkala, namun hal tersebut justru tidak diperbolehkan, karena dapat membawa virus masuk kedalam masker.

3. Pekerja Tertentu

Bagi pekerja tertentu seperti dosen atau guru yang umumnya banyak bicara di depan muridnya. Maka diperbolehkan menggunakan face shield sebagai alat pelindungnya, karena jika menggunakan masker dikhawatirkan murid tidak jelas mendengarkannya.

Hal ini juga sangat wajar, karena biasanya jarak antara guru dan murid cukup jauh sehingga bisa mencegah droplet ke arah murid-muridnya. Namun, apabila sudah diluar dari kegiatan mengajar, ada baiknya tetap menggunakan masker.

Itulah ketiga orang yang membutuhkan alat pelindung wajah dibandingkan masker karena berbagai alasan.

Hanya saja, Anda harus tetap berhati-hati di lingkungan, yakni dengan selalu menjaga jarak saat dalam kondisi ramai.

Jenis-Jenis Pelindung Wajah Atau Face Shield beserta Harganya

Bagi Anda yang ingin menggunakan face shield sebaiknya ketahui terlebih dahulu apa saja jenis dan harganya. Simak penjelasannya dibawah ini.

1. Alat Pelindung Wajah Standar

Alat pelindung wajah berjenis standar akan menutupi seluruh wajah Anda mulai dari ujung kepala hingga leher. Jenis alat pelindung ini umumnya berbahan dasar mika PVC dengan ukuran 33 cm x 21 cm.

Pada bagian pengikat kepalanya, alat pelindung wajah standar ini terbuat dari bahan plastik. Sangat nyaman digunakan dan tidak berat saat digunakan, sehingga cocok dipakai oleh anak kecil. Harganya juga cukup murah sekitar Rp. 7 ribu.

2. Alat Pelindung Wajah Transparan

Bentuk bagian depannya hampir sama dengan alat pelindung wajah standar, hanya saja ukuran panjang bawahnya lebih pendek dan tidak sampai leher.

Hal yang paling membedakan yaitu bagian pengikatnya karena terbuat dari bahan mika PET bening yang dapat menyesuaikan besar kepala Anda. Harga yang ditawarkan pun lebih mahal sekitar Rp. 15 ribu.

3. Alat Pelindung Wajah Berkacamata

Sesuai dengan namanya, alat pelindung berkacamata memiliki bentuk yang berbeda dengan yang sebelumnya.

Jenis alat pelindung wajah ini memiliki gagang yang sama dengan kacamata pada umumnya, hanya saja ditambahkan penutup berbahan mika polycarbonate secara keseluruhan dari dahi hingga dagu. Harga pasaran jenis alat pelindung ini kurang lebih sekitar Rp. 14 ribu.

4. Alat Pelindung Wajah dengan Kaca Tebal

Alat pelindung wajah kaca tebal ini memiliki bentuk yang unik daripada jenis lainnya. Jika pada umumnya alat pelindung wajah bentuknya lonjong dan panjang, maka jenis kaca tebal ini terlihat seperti setengah lingkaran.

Bahkan ketebalan kaca pelindung wajah ini mencapai 2mm sehingga akan sangat melindungi Anda dari berbagai jenis kotoran dan droplet.

Namun bagi Anda yang memiliki bentuk wajah lonjong, tak disarankan untuk menggunakan jenis ini karena bentuknya yang lebih pendek daripada jenis yang disebutkan sebelumnya. Harga yang ditawarkan lebih mahal lagi, yakni berkisar Rp. 30 ribu.

5. Alat pelindung Wajah Kaca Visor

Alat pelindung wajah berjenis kaca visor ini termasuk dalam kategori face shield yang paling mahal diantara jenis lainnya. Bentuknya yang unik dan terlihat elegan menjadi salah satu daya tariknya.

Jenis ini akan menutupi keseluruhan wajah Anda mulai dari atas kepala hingga menyentuh leher. Alat pengaitnya juga sangat nyaman digunakan, yakni terbuat dari bahan kain dan karet. Harga yang ditawarkan sekitar 36 ribu hingga 100 ribu.

Demikianlah pembahasan tentang alat APD face shield yang saat ini sedang populer di tengah pandemic COVID-19. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat dan menggunakan alat pelindung wajah dengan bijak.

Jangan lupa untuk selalu terapkan protokol kesehatan dalam mencegah penularan virus Covid-19. Nah bagi Anda yang ingin melihat-lihat aksesoris APBD seperti face shield. Anda bisa mengunjungi website Situansan.id untuk melihat berbagai perlengkapan seperti welding, safety belt, dan lain sebagainya disini. Kunjungi website Situansan sekarang juga! Anda juga bisa langsung menghubungi tim marketing kami dengan klik link disini

situansan

all author posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.