Ketika Anda melakukan proses pengelasan hal yang perlu diperhatikan adalah saat menyambung logam las dengan logam baja menjadi satu kesatuan. Hal ini berarti harus memiliki kekuatan pada logam yang telah dilas.
Akan tetapi terkadang kekuatan hasil las ini tidak sesuai harapan hingga mengalami cacat las. Sebenarnya saat Anda melakukan proses pengelasan, cacat las ini memang tidak direncanakan. Namun demikian cacat ini sering terjadi. Maka dari itu perlu dilakukan tahap pengujian.
Adanya cacat ini perlu dilakukan evaluasi atau inspeksi terhadap konstruksi atau dari komponen mesinnya. Dengan mengetahui terjadinya cacat lebih awal, Anda bisa mengurangi resiko terjadinya kecelakaan saat bekerja, dan juga mengurangi dampak kerusakan terhadap komponen lain.
Hal ini juga akan memudahkan Anda dalam pemeliharaan dan tidak akan terlalu mahal untuk melakukan perbaikan. Untuk dapat memeriksa cacat, Anda perlu melakukan suatu pengujian yang mampu mendeteksi keberadaan cacat tersebut. Pengujian tersebut adalah uji liquid penetrant.
Pengujian liquid penetrant ini termasuk jenis NDT (non destructive test). Menurut nationalboard, uji liquid ini relatif mudah, serbaguna, dan juga ekonomis dibandingkan dengan uji NDT yang lainnya.
Pengujian ini termasuk cara terbaik untuk mendeteksi adanya cacat di permukaan yang halus seperti retakan kecil, lubang halus atau kebocoran.
Selain itu pengujian liquid penetrant memiliki sebuah komponen untuk membantu Anda pada defect pengelasan. Salah satu komponen dari liquid penetrant ini adalah solvent developer magnaflux.
Untuk mengenal lebih jelas mengenai solvent developer magnaflux, yuk simak penjelasan dibawah ini!

Solvent Developer Magnaflux
Bahwasannya proses liquid penetrant ini merupakan metode pengujian dari non destruktif dijadikan sebagai teknik pewarna untuk mendeteksi diskontinuitas yang terpapar pada permukaan logam besi, non-ferro, serta bahan non-logam seperti keramik, plastik dan kaca.
Diskontinuitas diartikan sebagai permukaan yang tidak memiliki kesempurnaan pada material akibat proses manufaktur, seperti lubang, retak, dan dan terdapat kotoran. Dengan bantuan penetran cair, deteksi cacat menjadi semakin populer di berbagai industri di negara ini.
Selain itu, pengujian penetran zat warna ini disebut dengan pemeriksaan penetran zat warna (DPI), pemeriksaan penetran cair (LPI), pengujian penetran zat warna cair, pemeriksaan penetran zat warna cair, uji liquid penetrant (LPT), atau pengujian penetran sederhana (PT).
Liquid Penetrant Testing (LPT) ini menggunakan kemampuan media cair agar dapat mengalir melalui saluran tanpa dipengaruhi oleh gaya-gaya dari luar seperti gravitas. Hal ini disebut dengan capilary action.
Menurut study, aksi kapiler (capilary action) ini merupakan prinsip ilmiah di mana cairan yang tampaknya menentang gravitasi yang bisa mengalir ke atas di dalam benda padat.
Pada dasarnya, aliran cair ke atas ini bergantung pada tiga sifat yaitu kohesi, adhesi, dan tegangan permukaan. Secara keseluruhan, ketiga sifat ini dijadikan sebagai dasar cara kerja kapiler.
Ada beberapa komponen dari liquid penetrant utama, yaitu cleaner, penetrant, dan developer. Cleaner ini berfungsi sebagai bahan pembersih permukaan untuk mengilangkan kotoran dari permukaan material, penetrant merupakan zat yang akan menembus ke dalam setiap indikasi cacat pada permukaan material.
Kemudian, untuk komponen developer sendiri merupakan zat yang akan digunakan untuk menarik keluar penetrant yang terdapat di dalam defect ke permukaan material, sehingga indikasi dari cacat menjadi lebih mudah terlihat.
Menurut nde-ed, developer ini dapat menghilangkan bahan penetran yang terperangkap dari cacat dan menyebarkannya ke seluruh permukaan bagian sehingga dapat dilihat oleh inspektur.
Partikel pengembang yang halus dapat memungkinkan lebih banyak sinar UV yang datang, agar dapat berinteraksi dengan penetran.
Developer memastikan bahwa lebih banyak cahaya yang keluar melalui mekanisme yang sama. Inilah sebabnya mengapa warna indikator lebih cerah daripada penetran itu sendiri di bawah sinar UV.
Tujuan dari developer ini adalah untuk menarik penetrant kembali akibat terjadinya cacat, hal ini memungkinkan Anda bisa dilihat oleh inspektur.
Kegiatan menarik kembali ke permukaan ini memungkinkan penetrant dapat menyebar di sekitar cacat, sehingga memperbesar kekuatan indikasi.
Selain itu juga terdapat produk yang menggunakan solvent developer yang disediakan oleh perusahaan global dalam pengujian non-destruktif.
Magnaflux ini membantu Anda untuk mengembangkan suku cadang mobil agar lebih aman, selain itu memastikan pesawat jet aman untuk mengangkut penumpangnya ke angkasa, serta menguji baja yang biasa digunakan di gedung-gedung tertinggi agar mereka yang bekerja, dan yang tinggal aman.
Sehingga, berikut ini perusahaan menyediakan solvent developer magnaflux dengan berbagai type seperti, ZP-9F, SKD-S2, D30plus, ZP-4D, ZP-14A, ZP-5B.
1. ZP-9F Solvent Based Developer
Developer dengan type ZP-9F termasuk non aqueous yang terbuat dari partikel organik. Type ini sering digunakan dalam kaleng aerosol. Hal ini juga menciptakan lapisan putih yang buram dan kontras agar latar belakang penetran ini dapat digunakan, sehingga cocok untuk fluoresensi.
Type ini biasanya digunakan untuk berbagai macam pengujian bahan termasuk pengelasan, pengecoran, penempaan, pengujian kebocoran, tekanan kapal, pesawat terbang, kelautan, konstruksi, pipa minyak bumi, komponen pembangkit listrik, peralatan off highway dan peralatan pertanian.
Manfaat dari solvent developer magnaflux type ZP-9F ini dapat memberikan kontras latar belakang yang sangat baik, bahan ini cepat kering, serta cocok untuk permukaan masker lapisan yang buram, tipis, dan noda.
Cara penggunaan dari type ZP-9F ini hanya dengan menyemprotkannya ke permukaan yang akan dicat. Jika Anda mencelupkan atau menyikatnya ke dalam cat, maka Anda akan mendapatkan terlalu banyak pelarut.

2. Magnaflux SKD-S2 Solvent Based Developer
Selain itu terdapat produk solvent developer magaflux type SKD-S2 yang termasuk non aqueous, type ini dapat menciptakan latar belakang putih buram dengan menggunakan uji pengujian penetran kontras tinggi dan juga cepat menarik penetran agar dapat keluar.
Hal ini sebenarnya untuk menciptakan indikasi yang lebih kuat dan jelas.
Produk solvent developer magnaflux type SKD-S2 ini terdapat compatibility seperti baja tahan karat, aluminium, magnesium dan titanium, SKD-S2 tidak terhalogenasi, dan dapat digunakan dengan penetran Tipe 1 & Tipe 2.
Solvent developer magnaflux type SKD-S2 ini dapat digunakan di industri kedirgantaraan dan nuklir yang membantu Anda untuk mempercepat proses inspeksi dengan berlangsung dengan mudah, dan juga dapat mendorong pembentukan indikasi lebih cepat serta meminimalkan pasca-inspeksi pembersihan.
Hal ini sangat cocok untuk toko mesin, pengujian las dan aplikasi lapangan.
3. D30PLUS Solvent Based Developer
Developer non aqueously ini dapat menciptakan latar belakang buram untuk penetrasi kontras tinggi sehingga dapat dengan mudah ditarik keluar untuk menciptakan indikasi yang lebih kuat dan lebih cerah untuk keandalan dan sensitivitas inspeksi yang lebih baik.
Developer dengan type D30plus non aqueous ini dapat menciptakan latar belakang putih menjadi buram. Hal ini digunakan untuk pengujian penetran yang memiliki kontras tinggi sehingga dengan mudah ditarik keluar. Dengan begitu Anda bisa menciptakan indikasi yang lebih kuat dan lebih jelas.
Selain itu juga, type D30plus ini memiliki keandalan dan sensitivitas inspeksi yang lebih baik.
Type D30plus ini juga sangat dikenal masyarakat karena kompatibilitasnya seperti baja tahan karat, aluminium, magnesium dan titanium. Selain itu D30plus ini dapat digunakan dengan penetran Tipe 1 & Tipe 2.
Adanya hal ini dapat membantu Anda untuk mempercepat proses pemeriksaan, mendorong pembentukan indikasi yang lebih cepat dan meminimalkan pembersihan pasca pemeriksaan. Dengan begitu type ini cocok digunakan toko mesin, pengujian las dan aplikasi lapangan.
4. ZP-4D – Dry Powder, Form A
Selanjutnya, type ZP-4D ini termasuk dry powder developer dengan bentuk A. Untuk developer dengan bentuk A ini tidak mudah terbakar, dan sangat cocok digunakan untuk proses penetran fluoresensi yang sangat sensitif.
ZP-4D dapat digunakan untuk bagian yang akan dikeringkan dengan oven setelah Anda menggunakan penetran dan membentuk menjadi lapisan tipis. Hal ini membantu Anda meningkatkan visibilitas diskontinuitas ultra halus.
ZP-4D terdaftar dengan produk yang berkualitas dan telah disetujui untuk digunakan oleh Pratt & Whitney.
5. ZP-14A – Water Soluble, Form B
Kemudian, type ZP-14A termasuk water soluble developer dengan bentuk b ini dapat digunakan untuk meningkatkan indikasi penetran selama inspeksi penetran cair.
Jika white powder ini mengalir bebas, maka akan membentuk larutan yang berkembang dan saat dilarutkan dalam air tanpa memerlukan pengadukan lebih lanjut.
ZP-14A direkomendasikan untuk digunakan dengan penetran pasca-emulsi Level 2 ZL-2C, Level 3 ZL-27A dan Level 4 ZL-37. Serta ZP-14A ini sudah terdaftar dengan produk yang berkualitas.
6. ZP-5B – Water Suspendible, Form C
Sebagai pengembang pelengkap untuk pemeriksaan penetran, dengan adanya solvent developer magnaflux type ZP-5B ini bisa membentuk lapisan putih menjadi buram, sehingga latar belakang indikasi memiliki kontras yang tinggi.
White powder developer ini dapat dicampur dengan air, serta dapat menyebar dengan cepat agar dapat membentuk suspensi putih buram, tetapi selama penggunaan Anda harus selalu mengaduknya. Dengan begitu bisa memastikan keseragaman dari campuran tersebut.
ZP-5B dapat digunakan untuk meningkatkan fluoresen selama pengujian Tipe 1 agar dapat membentuk latar belakang putih menjadi buram dan juga inspeksi penetran pewarna Tipe 2 yang bisa terlihat. Type ZP-5B ini juga sudah terdaftar dengan produk yang berkualitas.
Jenis Solvent Developer
Menurut nde-ed, adanya developer sangat penting untuk pengujian penetran. Developer agar bisa efektif yaitu dengan menarik keluar dari diskontinuitas. Dengan begitu Anda bisa membentuk indikasi dan bisa menyebarkan penetran keluar di permukaan, sehingga menghasilkan indikasi yang terlihat.
Dalam inspeksi penetran fluoresen, jumlah penetran yang dibawa ke permukaan harus lebih besar daripada ambang batas fluoresensi dari setiap film tipis pewarna yang ada.
Selain itu, ketika developer membuat indikasi fluoresen pasti akan tampak lebih terang daripada indikasi yang dibuat dengan jumlah pewarna yang sama tetapi tidak menggunakan developer.
Untuk mencapai fungsi ini, developer harus melekat pada permukaannya dan dapat menciptakan lapisan berpori tinggi yang memiliki banyak jalur bagi penetrasinya untuk bergerak melalui aksi kapiler.
Develepor juga dapat diterapkan secara basah maupun kering, tetapi hasil akhir yang diinginkan selalu berupa lapisan permukaan yang seragam.

Nah, berikut ini jenis dari developer yang dapat diterapkan secara basah maupun kering:
1. Dry Powder Developers
Dry developer ini diterapkan dalam bentuk butiran halus, serbuk putih lembut. Selain itu juga jenis dry powder developers ini dapat diaplikasikan menggunakan alat penyemprot yang bertekanan rendah.
Kemudian, Anda juga bisa menggunakan kuas halus, dan juga bisa merendamnya dalam larutan developer, mengangkatnya keluar, sehingga Anda menghilangkan sisa larutan developer dari permukaan dengan meniup, mengocok, dan mengetuk.
Sebelum mengaplikasikan bubuk pengembang, permukaan spesimen uji harus benar-benar kering. Jika Anda menggunakan terlalu banyak permukaan yang basah, maka produk yang dihasilkan mungkin tidak merata dan bahkan dapat menggumpal serbuknya.
Fluorescent penetrant sering digunakan dalam kombinasi dengan dry developer.
2. Water Soluble Developers
Water soluble developers ini disuplai dalam bentuk bubuk dan dicampur dengan air sesuai dengan petunjuk produsennya. Bubuk yang disediakan ini akan larut dalam air dan hanya perlu diaduk selama persiapan larutan. Fluorescent penetrant hanya digunakan dengan pengembang yang larut dalam air.
Kemudian, water soluble developers tidak boleh digunakan dengan penetran pewarna tampak Tipe 2 karena, pengembang yang larut dalam air ini tidak menghasilkan latar belakang kontras putih yang diperlukan untuk pemeriksaan penetran pewarna tampak.
3. Water Suspendible Developers
Pengembang yang dapat larut dalam air disediakan dalam bentuk bubuk dan harus dilarutkan dalam air sesuai dengan instruksi produsen. Namun, pengembang suspensi air tidak larut dalam air. Sebaliknya, mereka membentuk suspensi pengembang sebagai gantinya.
Mengaduk suspensi pengembang secara teratur memastikan bahwa selalu ada konsentrasi pengembang yang konstan.
Sistem pengembangan yang dapat disuspensikan dengan air dapat digunakan untuk penetran pewarna tampak pada tipe 1 dan tipe 2, karena sistem suspensi air menghasilkan pengembang putih yang sesuai, dan juga bisa meningkatkan indikasi pewarna tampak dan penetran fluoresen.
4. Non Aqueous Developers
Pengembang non aqueous mengandung bubuk putih yang tersuspensi dalam pelarut yang mudah menguap, dan mengharuskan untuk dicampur sebelum digunakan.
Ketika diaplikasikan dengan semprotan, pelarut menguap dan meninggalkan lapisan pengembang putih kering di bagian permukaan.
Pengembang non aqueous ini sangat cocok untuk inspeksi penetran pewarna fluorescent tipe 1 dan tipe 2. Sebelum mengaplikasikan serbuk kering dan pengembang non aqueous, bagian permukaanya harus benar-benar kering.
Pengembang yang larut dalam air dan yang dapat tersuspensi dalam air dapat diaplikasikan pada bagian permukaan yang basah. Setelah itu bagian permukaan biasanya dikeringkan dalam pengering udara yang dipanaskan.
5. Non Aqueous Wet Developer Aerosols
Aerosol non-aqueous wet developer adalah campuran antara partikel serbuk dengan pelarut yang cepat kering. Sehingga bubuk ini akan disuspensikan menggunakan pelarut, kemudian disemprotkan ke substrat.
Pelarut menguap, meninggalkan lapisan putih buram dan latar belakang yang kontras agar dapat inspeksi penetran fluoresen secara terlihat.
Jadi, produk ini sudah tersedia dalam bentuk kaleng aerosol agar bisa cepat dalam pemeriksaan dan juga lebih mudah di lapangan. Anda dapat membeli kit aerosol yang mencakup pembersih, pengembang, dan penetran sehingga Anda selalu memiliki semua yang Anda butuhkan saat mengerjakan proyek.
Cara Kerja Solvent Developer
Lalu bagaimana cara kerja pengembang?
Pengembang meningkatkan visibilitas indikasi penetran dengan menghilangkan penetran dari diskontinuitas permukaan dan menyebarkan penetran melalui lapisan pengembang pada permukaan bagian.
Indikasi penetran mungkin tampak lebih besar dari ukuran yang sebenarnya karena penetran ini dapat menyebar melalui developer dari waktu ke waktu.
Spesifikasinya terdapat waktu pengembangan yang sangat minimum dan maksimum dalam mengatasi penyebaran penetran melalui pengembang.
jadi, waktu dalam pengembangan minimum harus memberikan waktu yang cukup bagi penetran agar dapat dihilangkan dari cacat permukaan yang terbuka, serta dapat meningkatkan visibilitas.
Selanjutnya, Anda bisa menggunakan waktu pengembangan maksimum yang tersedia ini agar Anda dapat meminimalkan bleed out penetran yang berlebihan dari suatu indikasi. Selain itu juga pengembang meningkatkan kontras antara penetran dan bagian latar belakang.
Dengan pemeriksaan penetran fluoresen, pada lapisan pengembang ini dapat dikurangi silaunya dari permukaan bagian yang mengkilap yang bisa dilihat di bawah sinar UV, serta menyoroti indikasi penetran dan mengurangi kelelahan mata saat Anda memeriksa.
Dengan penetran yang terlihat, pengembang menyediakan latar belakang putih sehingga indikasi penetran pewarna merah dengan mudah untuk diidentifikasi.
Umumnya, pengembang ini memiliki berbagai bentuk. Setelah itu, pastikan juga Anda memeriksa spesifikasi yang sesuai prosedur pengujian perusahaan agar dapat diidentifikasi opsi pengembangnya dan disetujui.

Nah itu dia penjelasan mengenai solvent developer magnaflux mulai dari definisi hingga cara kerja pada pengujian solvent developer, Semoga bermanfaat ya!