Ketika Anda memiliki peralatan yang digunakan untuk mengoperasikan usaha dari bisnis Anda, maka Anda memerlukan perawatan atau maintenance.
Setiap perusahaan perlu melakukan maintenance cleaning agar bisnis yang dijalankannya tetap berjalan lancar. Jika peralatan atau mesin tidak dilakukan pemeliharaan dengan baik, maka alat atau mesin yang Anda miliki mengalami kerusakan dan dapat menghambat produktivitas yang dilakukan perusahaan.
Jadi, baik sebelum, saat, dan setelah melakukan proses pengelasan, tahap pembersihan merupakan salah satu point terpenting yang akan memberikan kualitas pengelasan akan lebih bagus.
Sebelum pengelasan, perlu dilakukan pembersihan tujuannya untuk menghilangkan semua jenis kotoran dari daerah sambungan dan tepi-tepi sambungan yang akan dilas. Pembersihan yang dilakukan ini seperti kotoran berupa karat, cat, oli, debu, air, dan sebagainya.
Kemudian, pembersihan selama pengelasan dilakukan apabila ada pengelasan berlapis atau multi layer pada pelat tebal. Sebelum melakukan langkah berikutnya, semua terak pengelasan harus dibersihkan terlebih dahulu.
Setelah melakukan proses pengelasan Anda juga harus melakukan pembersihan terak las atau percikan las yang tertinggal. Karena jika Anda melakukan pembersihan ini, maka hasil pengelasan Anda akan lebih sempurna.
Untuk melakukan pembersihan tersebut ada beberapa alat yang digunakan setiap tukang las (walder) diantaranya sikat kawat (wire brush), palu (chipping), gerinda (lap brush).
Selain peralatan yang digunakan untuk membersihkan spesimen sebelum dan sesudah melakukan pengujian. Terdapat salah satu alat yang bisa Anda gunakan untuk melakukan pembersihan pada komponen yaitu pembersihan dengan solvent.
Pembersihan (cleaner) ini adalah salah satu jenis pengujian penetrant NDT selain developer dan penetrant. Tujuan pengujian ini yaitu untuk mengamati adanya ketidaksempurnaan pada material dengan melakukan pengamatan yang muncul pada bagian permukaannya.
Dengan menggunakan solvent cleaner, Anda mungkin dapat membersihkan bau, debu, kotoran organik, atau noda yang tidak diinginkan dari permukaan, tetapi akan efektif untuk menghilangkan karat ataupun kerak, flux pengelasan.
Bahan solvent cleaner ada disetiap sudut dalam bentuk cairan, semprotan, kekuatan, atau butiran. Untuk bentuk cairan ini bisa berupa benzol, bensin, minyak tanah, thinner cat, atau alkohol.
Salah satu bahan yang digunakan adalah solvent cleaner magnaflux SKC-S. Solvent cleaner magnaflux SKC-S merupakan bahan untuk membersihkan sebelum dilakukan pengujian non destruktif.
Produk dari magnaflux sendiri sudah memiliki sertifikat yang digunakan untuk inspeksi penetrant terhadap suatu diskontinuitas atau ketidaksempurnaan pada konstruksi.
Lalu sebenarnya apa pengertian dari bahan solvent cleaner magnaflux ini secara detail? Mengapa hal ini sangat ara penting digunakan oleh para teknisi?

Apa itu Solvent?
Solvent atau pelarut ini dalam bahasa latin yaitu solvō, yang artinya melonggarkan, melepaskan, dan memecahkan.
Menurut wikipedia, solvent merupakan adalah zat yang membantu Anda untuk melarutkan zat terlarut yang menghasilkan larutan. Zat terlarut ini bisa berupa zat padat atau cair.
Kemudian pelarut yang paling umum digunakan oleh makhluk hidup ini adalah air. Air ini digunakan untuk melarutkan semua ion dan protein yang terdapat dalam sel. Terdapat beberapa pelarut organik yang sering digunakan seperti:
- Dry cleaning (contohnya; tetrakloroetilen)
- Pengencer cat (contohnya; toluena, terpentin)
- Penghapus dan perekat cat kuku (contohnya; aseton, metil asetat, etil asetat)
- Penghilang noda (contohnya; heksana, eter bensin)
- Di dalam deterjen (contohnya; jeruk terpen), dan
- Di dalam parfum (contohnya; etanol)
Selain itu juga pelarut digunakan untuk berbagai keperluan di dalam industri kimia, farmasi, minyak, dan gas, termasuk dalam sintesis kimia dan proses pemurnian. Tanpa adanya pelarut, produk yang Anda gunakan tidak akan berfungsi dengan baik.
Ada berbagai macam pelarut yang dapat digunakan untuk membuat produk secara optimal, seperti cat semprot yang cepat kering dan tidak menyumbat nosel semprot, tinta yang tidak luntur, cat yang terlihat bagus dan tahan lama, serta pembersih kuat yang bagus yang bagus untuk membersihkan kotoran.
Klasifikasi Solvent
Pelarut kimia yang paling sering kita temui di tempat kerja adalah solvent. Solvent merupakan bahan kimia organik yang berasal dari senyawa karbon. Atom karbon dapat berbentuk tunggal, ganda dan tripelikatan kovalen dengan atom karbon lainnya.
Senyawa organik diberi nama sesuai dengan jumlah atom karbon dalam rantai skeletal dasar. Lokasi dari kelompok fungsional di tentukan oleh jumlah karbon yang terpasang. Terdapat klasifikasi pelarut atau solvent yang terdiri dari pelarut organik dan anorganik.
Menurut wikipedia, pelarut organik ini umumnya dari bahan kimia organik atau mengandung atom karbon dalam molekulnya. Sementara, pelarut anorganik ini terdapat pelarut selain air yang tidak memiliki bagian dari bahan organik di dalamnya.
Adapun pelarut atau solvent yang didasarkan pada struktur kimianya seperti: sumber dari indochem
- Solvent organik hidrokarbon yang dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan jenis kerangka karbon molekulnya, seperti alifatik (aliphatic), aromatik. Senyawa hidrokarbon hanya mengandung atom karbon dan hidrogen. Hidrokarbon jenuh juga disebut alkana di mana mereka mengandung jumlah hidrogen maksimum.
- Solvent organik teroksigenasi terbagi menjadi beberapa kelompok, seperti alkohol, ketones, esters, ethers, glycol ethers, dan glycol ether esters. Teroksigenasi merupakan golongan hidrokarbon yang penting khususnya dalam aroma yang lebih wangi.
- Solvent terhalogenasi ini mengandung halogen seperti klorin, bromine atau yodium.
Manfaat dan Kegunaan Solvent Cleaner Magnaflux
Menurut wikipedia, bahwa pelarut termasuk hal yang penting dalam proses ekstraksi. Karena proses ekstrasi ini akan melakukan pemisahan pada zat berdasarkan kelarutannya dalam dua cairan yang tidak bercampur.
Jenis pelarut yang menggunakan proses ekstraksi akan mempengaruhi bahan yang terekstrak, karena pelarut akan selektifitas untuk melarutkan komponen yang aktif dalam bahan tersebut. Oleh karena itu, pelarut ini sangat penting.
Berikut ini, ada solvent cleaner magnaflux yang akan digunakan untuk produk sehari-hari :
Pelarut dalam Cat dan Pelapis
Pada produk cat, pelarut akan melarutkan sebuah komponen yang digunakan dalam formulasi cat. Kemudian pelarut juga dapat digunakan untuk membuat cat yang memiliki konsistensi tepat agar bisa diaplikasikan dan bisa menghindari gumpalan.
Beberapa cat semprot mengandung glycol ether esters yang membantu Anda agar saat menyemprot tidak mengering. Karena pelarut akan mengalami penguapan yang lambat, akan tetapi untuk hasilnya dalam pengaplikasian cat ini mulus dan tanpa cacat, serta lebih tahan lama.

Pelarut dalam Tinta
Sebagian besar tinta yang sering digunakan untuk mencetak majalah, kemasan, dan label makanan akan menggunakan pelarut. Hal ini harus diterapkan dengan benar agar dapat mencapai warna yang cerah.
Toluena pelarut hidrokarbon merupakan cairan bening tak berwarna atau pelarut aromatik yang digunakan di lingkungan industri dan perumahan yang digunakan pelarut tinta untuk pencetakan majalah
Karena toluena ini dapat menguap dengan cepat agar dapat mencegah dari noda dan sisa toluena yang mudah didaur ulang.
Pelarut dalam Produk Perawatan
Produk kosmetik seringkali menggunakan pelarut untuk melarutkan bahan-bahannya agar dapat diaplikasikan dengan baik. Pelarut ini ditambahkan ke dalam lotion, bubuk dan krim agar dapat memberikan konsistensi yang sesuai dari produk tersebut.
Kemudian, untuk pembuatan parfum ini menggunakan Etanol sebagai pelarut pilihan karena baunya yang rendah. Etanol memiliki titik didih yang rendah sehingga cepat menguap dan tidak bertahan lama di kulit.
Untuk produk dari cat kuku sendiri menggunakan pelarut etil asetat atau aseton, sesuai dengan sifatnya yaitu cepat kering. Sama halnya dengan cairan penghapus cat kuku. Artinya daya solvabilitasnya pada cat kuku tinggi berati dengan mudah untuk dihilangkan dari kuku.
Pelarut dalam Produk Pembersih
Glycol ethers sangat efisien dalam menghilangkan kotoran dari permukaan. Mereka sangat berguna untuk membersihkan lantai dan permukaan keras lainnya. Pelarut yang digunakan ini memiliki kompatibilitas air yang baik, solvabilitas tinggi untuk minyak, dan sifat biodegradabilitas yang baik.
Selanjutnya, pelarut isoparafin ini dapat digunakan untuk mengeringkan pakaian. Pelarut ini memiliki bau yang rendah, kesehatan yang baik, karakteristik penanganan yang aman, dan efisiensi pembersihan yang baik.
Pelarut dalam Perawatan Kesehatan
Pelarut yang digunakan untuk perawatan kesehatan sangat banyak seperti produk farmasi. Produk farmasi ini berkontribusi pada obat-obatan mencakup berbagai jenis, termasuk antibiotik, pereda nyeri, sirup obat batuk, dan krim topikal.
Lalu, untuk pelarut butil asetat ini dapat digunakan untuk membantu menjaga kotoran dan membiarkan penisilin diekstraksi dari sisa campuran.
Pelarut dalam Otomotif
Pelarut cairan pencuci ini juga dapat menghilangkan kotoran dari kaca depan, pelarut ini disebut dengan isopropil alkohol. Selain itu juga digunakan untuk menghilangkan es. Hal ini karena pelarut tersebut berbentuk cair jauh di bawah titik beku air.
Adapun produk yang digunakan untuk menghilangkan noda di kaca depan dan di rumah, produk tersebut bisa disebut dengan pembersih jendela. Kemudian untuk produksi ban, salah satu dari SBPX yang merupakan pelarut dengan senyawa hydrocarbon aliphatic, naphtenic, dan sedikit senyawa aromatic.
Pelarut yang digunakan ini dapat melembutkan dan membersihkan setiap lapisan karet sebelum digunakan, dan memiliki kualitas perekat yang membantu menyatukan berbagai komponen ban, serta meningkatkan keamanan dan kinerja.
Adapun agen pembersih yang dapat membantu Anda untuk menghilangkan bau, debu, kotoran, atau noda yang tidak diinginkan dari permukaan.
Umumnya bahan pembersih yang digunakan sehari-hari terdapat berbagai bentuk seperti cairan, semprotan, dan butiran. Setiap bentuk ini tersusun dari bahan kimia yang berbeda yang dapat membahayakan.
Pelarut atau solvent ini berupa zat yang dapat melarutkan zat terlarut (cair, padat, atau gas) untuk membentuk larutan pembersih atau degreasing.
Pembersih pelarut memiliki kualitas penting yaitu dari titik didihnya. Hal ini dapat menentukan kecepatan dan suhu pengupannya. Masih ada beberapa pembersih pelarut yang dapat menguap dengan cepat pada suhu ruangan normal.
Kemudian, dengan pelarut memiliki titik didih rendah dapat melepaskan gas beracunnya dengan cepat dalam kondisi normal. Pelarut dengan titik didih tinggi membutuhkan peningkatan suhu selain aliran udara atau alat vakum yang digunakan untuk menguap lebih cepat.

Perbedaan Pembersih Berbasis Air dan Pembersih Pelarut
Seiring dengan meningkatnya penggunaan produk pembersih berbahan dasar air dan teknologi pelarut yang baru, maka akan ada perbedaan antara produk tersebut dengan pembersih berbasis air dan berbahan pelarut.
Perusahaan yang menggunakan larutan pembersih harus memiliki persyaratan dan spesifikasi yang diinginkan untuk dapat diaplikasikan, oleh karena itu Anda berhak memilih bahan mana yang terbaik agar dapat diaplikasikan untuk perusahaan Anda.
Perbedaan antara kedua jenis pembersih ini dapat dilihat dari berbagai macam mulai dari kinerja, biaya, dan keamanan. Hal ini dapat membantu Anda membuat pilihan yang tepat agar dapat diaplikasi ditempat Anda.
Bahwasannya pembersih yang berbasis air ini dapat membersihkan jika terkena tanah melalui reaksi secara kimia dengan kontaminan sehingga menjadi lebih larut dalam air.
Kemudian, beberapa bahan kimia akan bereaksi dan larut lebih baik dalam larutan asam dengan pH 7 atau kurang. Contoh bahan asam yang sering ditemukan yaitu lemon (asam sitrat), cuka (asam asetat), minuman ringan (asam karbonat dan fosfat) dan baterai mobil (asam sulfat).
Adapun bahan lain yang lebih mudah direaksikan atau dilarutkan ke dalam larutan yaitu dengan pH di atas 7. Larutan tersebut memiliki sifat kaustik, atau basa.
Contoh bahan kaustik yang sering ditemukan adalah amonia, pemutih (natrium hipoklorit), alkali (natrium hidroksida), dan pembersih oven (lebih banyak natrium hidroksida).
Namun, pembersih berbasis air ini mengandung berbagai komponen lain dengan tujuan agar dapat meningkatkan profil dari pembersih tersebut. Berikut bahan lain yang dapat mencakup semuanya:
- Deterjen atau surfaktan, bahan yang memiliki sifat pembasahan dan pengemulsi, serta dapat membawa tanah ke dalam larutan yang tidak akan mereka larutkan.
- Builders (penguat), komponen ini dapat membantu cara kerja surfaktan agar lebih optimal dan juga bisa meningkatkan kemanjuran deterjen dalam air hanya dengan menambahkan alkalinitas ke dalam larutan.
- Pengemulsi, zat yang dapat menyebabkan minyak dapat bercampur dengan air.
- Saponifier, senyawa kimia yang akan bereaksi dengan asam lemak dan gugus karboksil lainnya untuk membentuk molekul sabun yang larut dalam air.
- Sequestering agent, dapat mengikat beberapa ion seperti kalsium, magnesium, dan logam lain dalam air sadah yang mengurangi kemampuan pembersih secara keseluruhan. Agen pengasingan (sequestering agent) juga dapat mengikat lebih dari satu ion logam sekaligus.
- Chelating agent atau zat pengkhelat, mirip dengan sequestering agent, tetapi hanya mengikat satu ion logam.
Kombinasi air, surfaktan, dan saponifier sama efektifnya dengan pembersihan pelarut. Akan tetapi yang membuatnya berbeda adalah proses pembersihan. Dalam pengaplikasian, jika residu tidak dapat ditoleransi, maka dilakukan proses pembilasan dengan menggunakan bahan kimia berbasis air.
Selanjutnya, pembersih solvent ini juga dapat melarutkan tanah, memecahnya menjadi partikel yang lebih kecil dan membawanya ke dalam larutan serta keluar dari permukaan yang sedang dibersihkan.
Kemudian, pembersih solvent juga sering memberikan keuntungan yaitu melakukan pembersihan dengan lebih cepat. Dengan begitu Anda dapat melarutkan kotoran dengan cepat dan mengalir keluar dari substrat tanpa memerlukan persiapan, pemrosesan, atau waktu pengeringan yang lama.
Di dunia indistri, pembersih berbasis pelarut sangat populer karena kemampuannya untuk membersihkan kotoran yang tebal, menghilangkan minyak dari permukaan. Selain itu juga, efektif menghilangkan fluks solder.
Adapun contoh yang sering digunakan menggunakan pelarut pembersih kuat yaitu aseton, metil etil keton, toluena, nPB, dan trikloretilen (TCE). Untuk jenis pelarut yang ringan terdapat isopropil alkohol, gliserin, dan propilen glikol.
Kekuatan pelarut ini tidak hanya bergantung pada sifat tanah yang akan dihilangkan, tetapi juga tingkat kebersihan yang diperlukan.
Pembersih berbasis pelarut memiliki pilihan yaitu cepat menguap atau menguap lambat, berbau tinggi atau rendah bau, aman dari plastik atau sangat agresif. Berbagai pelarut telah memungkinkan pembuatan bahan kimia yang dapat digunakan untuk pembersih yang sangat spesifik.
Contohnya yaitu produk yang menggunakan pembersih pelarut ini dapat menghilangkan jenis tinta pada substrat plastik, sementara pembersih yang lain tidak terpengaruh.
Kedua pembersih berbasis air dan pelarut ini berpotensi dan sangat efektif dalam hal kinerja. Namun, kemampuan pembersihan ini tergantung pada apa yang dibersihkan dari permukaan, bahan yang dibersihkan, serta kondisi dan persyaratan proses.
Jika Anda ingin mendapatkan hasil pembersih yang baik, maka dari ketiga parameter tersebut harus bisa bekerja bersama-sama. Kemudian ketika Anda disuruh memilih antara pembersih berair dan pelarut, perusahaan harus bisa mengevaluasi mulai dari pengaplikasian, persyaratan, dan tujuan.
Selain itu juga, penting untuk mempertimbangkan keamanan, kinerja, dan biaya solusinya. Karena ada beberapa pembersih mungkin tidak cocok untuk permukaan tertentu.
Misalnya, beberapa pembersih yang dirancang untuk menghilangkan gemuk mesin mungkin tidak sesuai untuk digunakan pada lensa kaca. Dan beberapa pembersih yang dirancang untuk menghilangkan oli mungkin tidak efektif untuk oksigen cair garis.
Jadi, tidak mungkin membuat penilaian yang akurat tentang keunggulan pelarut atau pembersih berbasis air tanpa mempertimbangkan keadaan khusus pengguna.
Untungnya, ketika ada peraturan yang terus meningkat, ada sejumlah opsi yang tersedia termasuk pembersih pelarut dan berbasis air. Nah, itu dia perbandingan pelarut dan pembersih berair.

Solvent Cleaner Magnaflux yang Lebih Aman
Solvent cleaner magnaflux ini memiliki sifat organik atau anorganik. Adapun contoh pelarut organik ringan yaitu isopropil alkohol. Sebagian besar produk komersial mengandung beberapa persentase air.
Kemudian untuk pelarut kuat harus bisa digunakan dengan hati-hati, salah satunya adalah aseton. Karena penggunaan aseton ini sangat berbahaya apalagi jika dihirup dalam waktu lama. Selain itu ada heksana, yang sering digunakan dalam pelumas komersial.
Penggunaan pelarut ini biasanya digunakan untuk menghilangkan noda atau tumpahan yang tidak larut dalam air seperti minyak sayur. Seseorang yang bekerja dengan pelarut kuat harus berada di area yang memiliki ventilasi baik agar dapat mengurangi hirupan disekitar pelarut kuat.
Selain itu juga Anda membutuhkan alat pelindung diri (APD) seperti pakaian, sarung tangan, kacamata, dan lain sebagainya.
Pelarut kuat ini titik didih rendah lebih berbahaya bagi lingkungan dan manusia karena memiliki tekanan uap yang lebih tinggi. Mereka disebut sebagai senyawa organik volatil atau VOC dan terdiri dari bahan kimia organik yang menguap pada suhu kamar. Salah satu contohnya adalah formaldehida atau formalin.
formaldehida merupakan salah satu polutan dalam ruangan. Jika kadar formaldehida lebih dari 0,1 mg/kg, maka bagi Anda yang menghisapnya akan menyebabkan iritasi kepala dan membran mukosa, serta keluarnya air mata, pusing, tenggorokan serasa terbakar, serta kegerahan.
Namun, jika Anda ingin penggunaan pelarut lebih aman, maka Anda bisa menggunakan produk pembersih pelarut yang mengandung VOC rendah atau tanpa VOC agar dapat mengurangi risiko bahaya, dikutip dari ecolink.
Menemukan alternatif VOC rendah merupakan langkah yang dapat mengurangi paparan Anda terhadap bahan kimia berbahaya.
Beberapa perusahaan dapat menyediakan pembersih pelarut dengan VOC rendah, netral atau tanpa VOC, yang mudah menguap dan lebih aman untuk digunakan.

Nah, itu dia penjelasan mengenai solvent cleaner magnaflux, mulai dari penggunaan solvent cleaner, hingga bahan apa yang aman untuk digunakan. So, buat kalian agar lebih teliti untuk memilih solvent cleaner.