Sarung Tangan Tahan Panas Terbaik Untuk Pengelasan 

Sarung-Tangan-Tahan-Panas

Jika saat Anda menangani benda panas atau kriogen, maka sarung tanganlah yang tepat untuk membantu menangani masalah tersebut. 

Sarung tangan tahan panas ini dirancang untuk melindungi tangan Anda dari suhu tinggi. Umumnya, para pekerja membuat sarung tangan yang terbuat dari bahan tahan panas atau api.

Merancang alat pelindung seperti sarung tangan tahan panas dapat digunakan untuk suhu yang tinggi dan rendah.

Menurut alphaweld, bahwa sarung tangan las yang bagus adalah sarung tangan yang memiliki ketahanan pada api, dapat melindungi Anda dari panas yang ekstrim, dan nyaman tentunya.

Ketika Anda bekerja tidak menggunakan sarung tangan las yang sesuai, maka Anda memperburuk keadaan Anda. Salah satunya adalah Anda akan mengalami luka bakar di tangan Anda karena bermain api ini bukanlah lelucon.

Maka dari itu, Anda memerlukan sarung tangan yang memiliki ketahanan panas agar proses pengelasan bisa berjalan dengan sempurna dan aman tentunya. Nah berikut ini akan dijelaskan mulai dari pengertian hingga manfaat dari sarung tangan tahan panas tersebut.

Sarung-Tangan-Tahan-Panas

Apa Arti Sarung Tangan Tahan Panas?

Definisi sarung tangan adalah jenis alat pelindung yang melindungi tangan Anda agar tetap aman dari bahaya apa pun yang melibatkan suhu tinggi dan benda panas. Khususnya bagi para pekerja di industri pengelasan. 

Kemudian, pada sarung tangan pengelasan ini dapat menahan suhu hingga 600-2000°F dengan waktu penahanan yang singkat.

Sebagai tukang las, Anda pasti terkena panas yang ekstrim, radiasi infra merah, sinar ultraviolet, dan listrik. Itulah mengapa pentingnya menggunakan pakaian pelindung las yang tepat dari atas kepala hingga ujung jari kaki.

Hal ini termasuk sepasang sarung tangan las andal yang dapat melindungi tangan Anda dan lengan dari luka bakar serius saat bekerja.

Kemudian, pastikan kembali sarung tangan yang Anda gunakan tahan panas agar Anda mendapatkan perlindungan maksimal setiap hari.

Arti-Sarung-Tangan-Tahan-Panas

Bahan Sarung Tangan yang Tahan Panas

Sebenarnya, terbuat dari apa sarung tangan tahan panas ini? 

Sarung tangan pengaman ini dapat digunakan sebagaimana mestinya. Artinya kain yang digunakan harus bisa tahan dari suhu panas. Terdapat banyak pilihan bahan dalam membuat sarung tangan tahan panas. Berikut ini sarung tangan yang paling umum dan tersedia:

Bahan-Sarung-Tangan-yang Tahan-Panas

Terry Knit

Bahan khusus yang digunakan dalam pembuatan sarung tangan yaitu terry cloth. Bahan ini tujuannya untuk perlindungan terhadap panas dan api.

Kemudian, sarung tangan ini dapat melindungi dari kontak dengan suhu benda panas mencapai 450 °F, yang berarti sarung tangan ini memiliki tingkat ketahanan panas ANSI 3.

Lapisan sarung tangan ini diperkuat dengan menggunakan terry cloth yang dapat melindungi tangan Anda dari api yang memiliki ketahanan panas peringkat ANSI 4.

Pada kain yang terbuat dari terry biru ini lebih berat daripada kain putih, serta lebih baik dalam melindungi api. Lalu, kain serat yang tangguh ini tidak hanya dapat menahan pemotongan, tetapi juga abrasi.

Beberapa sarung tangan rajut terry terbaik dapat memiliki tingkat standar nasional Amerika (ANSI). Artinya sarung tangan ini memiliki ketahanan yang lama, penggunaannya bisa dengan jangka panjang, dan dapat menyerap minyak dengan cukup baik.

Bahan Kevlar dan Neoprene

Bahan ini dapat digunakan untuk memproduksi sarung tangan tahan panas dengan suhu tinggi sekitar 450 °F. Sarung tangan yang terbuat dari bahan sintetis ini dapat memiliki peringkat ketahanan panas ANSI level 4 ke atas.

Menurut waylanderwelding, bahwa sarung tangan las tahan panas terbaik adalah sarung tangan yang memiliki kombinasi bahan berperforma tinggi. Kombinasi sarung tangan las ini terbuat dari kulit sapi atau kulit kambing yang dilengkapi dengan lapisan dari bahan kevlar.

Dengan begitu Anda akan mendapatkan daya tahan kulit dan lebih banyak fitur tahan panas dari kevlar.

Lalu, apa sebenarnya apa sarung tangan panas kevlar ini?

Sarung tangan kevlar ini dikenal karena memiliki sifat yang tahan panas, abrasi, dan tahan terhadap pemotongan. Karena sarung tangan ini digunakan sebagai bahan pelindung yang kuat terhadap pemotongan, sehingga sarung tangan ini disebut sarung tangan oven.

Kevlar juga digunakan sebagai bahan penguat atau pelapis. Bahan kevlar ini dapat menahan suhu ekstrem hingga 800 ° F, dan juga memiliki ketahanan potong.

Selain itu, terdapat sarung tangan kerja neoprene yang bagus berguna untuk melawan panas, lembab, dan dapat menahan bahan kimia dengan baik.

Anda dapat memilih bahan sarung tangan kerja neoprene yang terbaik seperti lapisan bulu domba.

Bahan Fiberglass, Kulit, dan Aluminium

Selanjutnya, ada sarung tangan las fiberglass yang dapat digunakan di dunia industri. Fiberglass ini dirancang agar sarung tangan tahan terhadap panas. Selain itu, fiberglass ini memiliki suhu 1000 °F.

Sarung tangan kerja yang terbuat dari bahan fiberglass ini dipasangkan dengan bahan penguat lain yang dapat bertahan hingga 2000 °F selama 2 menit.

Sarung tangan fiberglass ini banyak digunakan oleh para pekerja seperti teknik sipil, dan bahkan di militer.

Sarung tangan terbuat dari bahan kulit ini dikenal karena memiliki daya tahan dan kemampuannya untuk menahan panas dan api. Bahan kulit ini dapat menahan 200 ° F.

Sarung tangan las kulit ini ada yang terbuat dari kulit sapi atau kulit kambing. Kulit sapi tahan terhadap lecet, sementara kulit kambing dikenal sebagai kulit yang lebih tahan lama.

Terakhir, sarung tangan bahan aluminium ini tersedia yang digunakan untuk bekerja di dekat logam cair dan tungku panas tinggi. 

Bagaimana Mengukur Tingkat Panas Sarung Tangan Kerja?

Sumber dari constructioninformer, bahwa American Society for Testing and Materials (ASTM) telah melakukan pengujian terhadap sarung tangan yan tahan terhadap panas. Adapun peringkat sarung tangan yang memiliki tahan terhadap panas dan dijadikan sebagai bahan pelindung yang tepat.

Berikut ini, ada enam tingkatan panas konduktif yang digunakan untuk sarung tangan kerja sebagai berikut:

  • Pada tingkat 0, memiliki suhu <176°F dalam  waktu 15 detik sebelum dibakar.
  • Pada tingkat 1, memiliki suhu 176°F dalam waktu 15 detik sebelum dibakar.
  • Pada tingkat 2, memiliki suhu 284°F dalam waktu 15 detik sebelum dibakar.
  • Pada tingkat 3, memiliki suhu 392°F dalam waktu 15 detik sebelum dibakar.
  • Pada tingkat 4, memiliki suhu 500 °F dalam waktu 15 detik sebelum dibakar.
  • Pada tingkat 5, memiliki suhu 608°F dalam waktu 15 detik sebelum dibakar.

Apa yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Sarung Tangan Tahan Panas?

Pasti Anda sudah mengetahui kegunaan sarung tangan tahan panas, benar bukan?

Bahwasannya tidak semua sarung tangan ini memiliki kegunaan yang sama, dan juga tidak semua tempat kerja membutuhkan jenis sarung tangan yang sama. Nah, berikut ini Anda harus memperhatikan saat memilih sarung tangan:

Panas Kering dan Lembab 

Sebagaimana dinyatakan di atas, sarung tangan kerja neoprene ini akan lebih cocok digunakan untuk bahaya panas lembab. Sedangkan, sarung tangan terry knit lebih baik saat berhadapan dengan sumber kering.

Thermal dan Ambien 

Dapat dikatakan berhasil saat proses sambungan las dilakukan dengan baik dan kuat. Hal ini juga tidak lepas dari pengaruh sumber panas (thermal) dan juga ambien, karena sambungan las ini melakukan proses peleburan logam induk.

Terdapat masalah yang sering terjadi saat pengelasan yaitu distorsi. Distorsi dalam proses pengelasan terjadi ketika tegangan thermal hadir dalam pengelasan yang tidak terkendali.

Sehingga, dibutuhkan sarung tangan yang membantu melindungi tangan Anda dari sumber panas dan bekerja dalam rentang suhu yang berbeda.

Percikan dan Nyala Api 

Jika Anda melakukan pekerjaan yang menangani api, maka pastikan Anda membutuhkan sarung tangan yang bisa tahan terhadap api.

Sarung tangan tahan panas sangat penting digunakan bagi pekerja yang terpapar bahaya panas. Selain itu harus memiliki standar pada sarung tangan yang Anda butuhkan.

Umumnya, standar yang digunakan adalah EN 407. Pada standar EN 407 ini memiliki 6 angka yang menunjukkan ketahanan sarung tangan terhadap jenis bahaya. Ketika Anda mengetahui angka-angka ini, Anda dapat menemukan sarung tangan pelindung panas yang tepat untuk Anda.

Jika Anda tidak bisa menemukan angka-angka tersebut, Anda bisa melakukan pengujian sesuai dengan peringkatnya.

Peringkat pertama, pada pengujian EN 407 ini menunjukkan kepada Anda bahwa sarung tangan tersebut memiliki ketahanan terhadap api.

Nah, pada tes ini dapat dilakukan dengan meregangkan bahan sarung tangan di atas api selama 15 detik. Anda pasti juga membutuhkan waktu saat memulai membakar. Tujuan agar Anda bisa mengukur dan menentukan ketahanan api bahan tersebut.

Pengujian EN 407 memiliki angka ini yang berkisar dari satu hingga empat. Jika angka pengujian lebih tinggi, maka akan lebih tahan.

Oleh karena itu, bagi para pekerja yang terpapar api, mereka harus mengenakan sarung tangan pelindung dengan tingkat ketahanan api yang tinggi.

Peringkat kedua, Anda harus mengindikasikan tingkat resistensi terhadap kontak panas. Untuk pengujian ini, suhu yang digunakan sebagai bahan pelindung tangan berkisar antara 100 °C dan 500 °C dengan waktu 15 detik.

Ketahanan sarung tangan ini didasarkan pada suhu tertinggi. Hasil uji pada peringkat ini berkisar antara satu hingga lima, dengan angka yang lebih tinggi menunjukkan tingkat ketahanan kontak panas tinggi.

Peringkat ketiga, standard EN 407 ini menunjukkan resistensi terhadap pemanasan konvektif. Pengujian ini digunakan untuk menentukan apakah bahan ini cocok untuk digunakan sebagai sarung tangan tahan api atau tidak. Kemudian, suhu yang ada di dalam sarung tangan ini mencapai 24°C.

Jika semakin lama waktu yang dibutuhkan, maka semakin tinggi ketahanan sarung tangan terhadap panas konvektif.

Selanjutnya, peringkat keempat dalam EN 407 ini memiliki ketahanan sarung tangan terhadap panas radiasi. Artinya sarung tangan ini lebih baik dan bisa melindungi dari luka bakar.

Peringkat kelima ini menunjukkan ketahanan sarung tangan kerja terhadap percikan kecil logam cair. Hal ini melakukan pengujian dengan menjatuhkan sejumlah kecil logam cair ke sarung tangan.

Pengujian ini untuk mengukur berapa tetes yang diperlukan untuk menaikkan suhu hingga 40°C. Hasil peringkat ini dimulai angka 1 sampai 4, dengan angka yang lebih tinggi akan menjadi lebih protektif.

Peringkat kelima, menunjukkan ketahanan sarung tangan terhadap percikan besar logam cair. Hal ini juga diperlukan pengujian untuk mengukur berapa banyak logam cair yang diperlukan. Peringkat ini menunjukkan seberapa baik sarung tangan tersebut dalam melindungi Anda dari logam cair.

Untuk menentukan sarung tangan termal mana yang terbaik untuk tempat kerja Anda, Anda harus melakukan penilaian risiko yang komprehensif dari bahaya panas di tempat kerja Anda.

Setelah Anda mengetahui berbagai jenis bahaya yang dihadapi pekerja dan potensi risikonya, Anda dapat menentukan jenis sarung tangan yang mereka butuhkan.

Memilih-Sarung-Tangan-Tahan-Panas

Mengapa Memilih Sarung Tangan Pengaman yang Tepat itu Penting?

Pada umumnya tangan seorang tukang las ini sangat rentan terhadap cedera karena mereka begitu dekat dengan panas, sehingga mengalami energi yang berbahaya, selain itu mereka bisa juga menderita luka bakar, luka, jari yang terjepit, dan masih banyak lagi.

Agar para pekerja terhindar dari hal-hal yang membahayakan, penting untuk bisa mempertimbangkan bagaimana proses pengelasan yang dapat memberitahukan pekerja hingga sampai ke tingkat bahaya panas.

Hal yang perlu dipertimbangkan ini adalah ukuran, bentuk, dan bahan yang memiliki dampak begitu besar dalam daya tahan, kenyamanan, dan kinerja sarung tangan las Anda.

Berikut ini, ada beberapa jenis dalam pengelasan agar Anda lebih memahami karakteristik apa yang harus dicari dalam memilih sarung tangan las Anda:

Mengapa-Memilih-Sarung-Tangan-Pengaman-yang-Tepat

MIG atau Pengelasan Busur Logam Gas (GMAW)

Pengelasan metal inert gas MIG atau GMAW ini adalah proses pengelasan busur yang menggunakan panas mulai dari suhu rendah hingga tinggi, serta akan menghasilkan percikan api. 

Pengelasan MIG ini sering digunakan untuk pengelasan baja yang memiliki kualitas baik, daya tahan karat yang sangat tinggi, dan logam-logam yang tidak bisa dilas menggunakan teknik las manapun selain las MIG.

Proses pengerjaan yang akan dilakukan tukang las yaitu dengan menggunakan tangannya untuk memegang alat las agar dapat memanaskan dan memasukkan elektroda kawat padat ke dalam alat las, serta dapat melelehkan dua bahan dasar secara bersama-sama agar membentuk sambungan. 

Ketika melakukan pengelasan, tangan pasti berada di dekat obor las. Maka dari itu, Anda memerlukan sarung tangan dengan perlindungan yang tinggi. Serta harus memiliki tingkat ketangkasan dalam mengoperasikan alat las.

TIG atau Pengelasan Busur Tungsten Gas (GTAW)

Pengelasan tungsten inert gas (TIG) ini dikenal sebagai gas tungsten arc welding (GTAW) yang bertujuan untuk melakukan pengelasan logam tipis dengan kualitas tinggi dan presisi.

Selain itu proses pengelasan ini juga menggunakan busur dan elektroda tungsten non-konsumsi yang digunakan bersama dengan bahan pengisi habis pakai yang terpisah.

Adanya hal ini membuat tukang las terpapar suhu rendah dan mendapatkan hasil percikan api yang rendah.

Proses pengelasan tig ini dilakukan dengan menggunakan kedua tangannya, yang satu tangan memegang batang las dan tangan yang lain memasukkan kabel ke dalam kolam las.

Oleh karena itu, sarung tangan membutuhkan sedikit perlindungan panas di telapak tangan dan punggung tangan, serta membutuhkan tingkat ketangkasan dan sentuhan yang tinggi.

Tongkat atau Pengelasan Busur Logam Terlindung (SMAW)

Shield metal arch welding (SMAW) adalah jenis pengelasan yang paling sederhana dan tertua, dan juga sering digunakan dalam proses pengelasan. Jenis pengelasan ini menggunakan logam elektroda consumable. Logam elektroda consumable ini memiliki kandungan yang bisa menghasilkan arc welding antara elektroda dengan benda kerja.

Ketika Anda ingin menggabungkan berbagai logam, maka Anda dapat menggunakan arus listrik untuk melelehkan elektroda pengisi logam hingga bisa Anda sambungkan kembali. Selain itu Anda saat Anda melakukan proses melelehkan logam, batang pengelasan yang akan digunakan ini dilapisi dengan fluks.

Pada fluks ini akan melakukan pembersihan di permukaan logam, mensuplai beberapa elemen untuk proses pengelasan, serta melindungi lelehan logam dari oksidasi dan menstabilkan arc welding.

Kemudian, Anda dapat menciptakan gas pelindung yang diperlukan untuk pengelasan yang efektif.

Proses pengelasan yang dilakukan tukas las yaitu menggunakan jenis las tongkat dan menggunakan tangan kanan untuk memegang batang las dan menjepit logam, sementara tangan kirinya menstabilkan tubuh. Akibatnya, tukang las pasti akan terkena paparan panas yang sangat tinggi dan percikan dari logam cair.

Jadi, untuk perlindungan diri yang Anda lakukan yaitu menggunakan alat keamanan salah satunya sarung tangan yang memiliki tingkat perlindungan panas tinggi terhadap telapak tangan dan punggung tangan, serta perhatikan ketangkasan yang dibutuhkan.

Inti fluks atau Pengelasan Busur Berinti Fluks (FCAW)

Jenis pengelasan flux core arc welding (FCAW) ini menggunakan kawat yang berisi fluks dengan gas pelindung opsional. Hal ini membuat pengelasan FCAW lebih baik dan kuat daripada MIG ketika mengerjakan tugas logam yang berat. Pengelasan FCAW ini juga bisa dikatakan sebagai versi stick yang lebih efisien.

Tukang las menggunakan tangan dominannya untuk memegang alat las, sedangkan tangan yang non-dominasi ini menstabilkan tubuh saat tangan dominan mengambil panas.

Karena tangan ini selalu melakukan pengelasan dengan dekat, sehingga tukang las pasti akan terkena panas tinggi serta, dan percikan api.

Maka dari itu, Anda perlu mencari sarung tangan yang memiliki perlindungan terhadap panas, dan juga memiliki tingkat ketangkasan yag cukup agar dapat mengoperasikan alat pengelasan dengan baik.

Nah, itu dia penjelasan mengenai sarung tangan las yang memiliki tahan panas mulai dari pengertian hingga apa saja jenis-jenis dari pengelasan. Semoga bermanfaat!

Safira Haddad

all author posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.